Beranda > Opini > Memilih motor sesuai hati nurani

Memilih motor sesuai hati nurani

Juli 9, 2010

Mungkin judulnya boleh dibilang agak “lebay”, tapi alasan saya menulis artikel ini dikarenakan masih banyak biker yang memilih motornya dikarenakan fanatisme terhadap suatu brand. Jujur saja, saya paling malas baca tentang perang AHM vs YMKI, karena isinya biasanya berakhir bakar bakaran.Dan yang aneh nya para “fanboy” ini tidak menyadari, kalau mereka itu alat marketing gratis pabrikan. Maksud saya, boleh saja saya ikutan jadi “fanboy” Yamaha atau Honda, tapi “not for free”, kalau mereka berani bayar saya bolehlah.

Honda VS Yamaha , Diwakilkan CBR VS YZF ....

Bagaimana sih memilih motor dengan hati nurani? mungkin ada beberapa hal yang bisa saya ulas disini.

Jangan Fanatik “Brand”

Yang namanya fanatisme itu tidak akan berakhir dengan baik, tidak cuma dalam satu hal, tetapi dalam berbagai hal dalam hidup kita sehari hari kita harus terbebas dari belenggu fanatisme. Tidak mudah memang, tapi setidaknya ketika kita menyadari bahwa kita sudah fanatik akan hal tertentu, maka kita harus berusaha “stop being fanatic” .

Kenapa yang namanya fanatik itu buruk ? pertama, ketika kita fanatik maka kita tidak akan melihat keburukan dari suatu hal. Semua hal yang kita lihat akan terlihat bagus dan baik, fanatisme boleh dibilang saudaraan dengan “Cinta Buta”.

Kedua, Objektivitas kita akan sangat sangat terganggu, karena apapun yang terjadi itu produk bagus.

Ketiga, merugilah orang orang yang fanatik, karena mereka tidak akan mendapatkan keunggulan yang mungkin ditawarkan oleh brand yang mereka musuhi, padahal boleh jadi keunggulan dan keuntungan yang ditawarkan oleh brand yang tidak mereka suka itu sangat bermanfaat.

Nah begitu juga dalam memilih motor, lepaskan diri kita dari belenggu fanatisme brand. Ketika kita sudah berhasil “stop being fanatic” saya berani jamin, kita akan menemukan keasikan keasikan baru dalam mengexplore” dan memilih pilihan motor kita. Kita akan lebih mudah menemukan tunggangan yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Anatomi yang menarik.... saya termasuk gak yah ??

Pilih sesuai kebutuhan

Ketika kita berhasil melepas belenggu fanatisme, maka kita akan menemukan berbagai macam pilihan baru. Dunia terbuka luas, pilihan semakin banyak, kita bisa saling membandingkan brand A dengan Y secara lebih objektif.

Saya yakin disetiap produk pasti ada kelebihan dan kekurangan, sebagai konsumen disini kita benar benar diuji untuk memilih apa kelebihan yang paling kita sukai, dan apa kekurangan yang paling mengganggu kita. Dari sini saya yakin kita akan menemukan motor yang sesuai dengan hati kita.

Orang ini butuh keren tapi butuh juga buat jualan bubur. Rupanya kebutuhan itu beda beda dari setiap individu 🙂 ... foto dari prado2.com

“Nothing is perfect”

Tidak ada yang sempurna dalam kehidupan, begitu juga dalam sebuah produk. Mau kita bela mati matian suatu product , tetap saja pasti produk tersebut tidak sempurna. Hendaknya dalam memilih motor bukan kesempurnaan yang kita incar, tapi apa yang paling kita sukai dari motor itu.

“Appreciate Others”

Bagaimana kita bisa memilih suatu hal dengan hati nurani kita kalau kita belum bisa menghargai hal yang berbeda dengan kita. Pada kenyataannya memang hal ini yang paling susah kita terapkan, yaitu menghargai orang lain. Saya sendiri bukan yang mahir sekali dalam hal ini, kadang secara tidak sadar mungkin saya bisa menyinggung orang yang berbeda dengan saya, akan tetapi ketika kita menyadari bahwa kita telah melakukan kesalahan, maka jangan menutup diri kita untuk meminta maaf kepada orang lain.

Kembali ke masalah otomotif roda dua, kalau kita bisa menghargai orang lain, pasti tidak akan ada lagi kata seperti “AHM cupu !” “YMKI gak mutu” …Apabila memang kita ingin mengkritik suatu produk, janganlah menghina produk tersebut. Deskripsikan kekurangan produk tersebut, dan berilah alasan kenapa menurut kita itu adalah suatu kekurangan ? dan bukanlah sebuah hinaan dan saling menjatuhkan yang keluar dari kita.

Akhir kata , saya bukanlah seorang yang bebas dari kesalahan ataupun keburukan yang saya sebutkan diatas. Akan tetapi saya berharap dengan artikel ini, saya dan juga brothers lain bisa lebih memperbaiki diri dan saling mengingatkan apabila seseorang dari kita melakukan kesalahan. Kita semua disini adalah brothers yang mencintai roda dua, tidak peduli apa tunggangannya.

Semoga bermanfaat..

Kategori:Opini Tag:, , , ,
  1. dismas not dimas
    Juli 9, 2010 pukul 4:42 am

    Posting yang bagus… Semoga para fans boy cepat sadar 🙂

  2. Juli 9, 2010 pukul 6:46 am

    betul betul betul semua itu
    milih motor harus pake logika, dan dihitung-hitung

    malah kalo orang-orang dulu pada bilang:
    “harga jual kembali tinggi”

    ini ngak tau mau beli apa jual sih?

  3. bleh
    Juli 9, 2010 pukul 7:58 am

    Ooom …very nice artikel…..ane bukan fanboy….Tp ane cinta banget sama Yamaha…gimana tuh xixixi

  4. Nay
    Juli 9, 2010 pukul 8:18 am

    Betul…betul…betul…

    Gw termasuk salah satu yg mau menghargai semua produk…hehehe…soale dah ngicipin hampir semuanya produk ATPM…

    Honda : Supra-X, Supra-X 125, Supra Fit
    Suzuki : Satria FU
    Yamaha : Jupiter Mx, Vixion
    Kawasaki : KRR (Current)

    Yang belom…

    Bajaj : ???
    TVS : ???

    Piss ach utk semua produknya ATPM2…

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: