Beranda > Opini > Seminggu bersama si “Merah” Part 2

Seminggu bersama si “Merah” Part 2

Sebagaimana yang telah saya bahas pada artikel sebelumnya, disitu saya juga telah menyebutkan beberapa kekurangan dan ketidak sukaan saya terhadap model Ninja 250. Setelah saya dipinjamkan “si merah” punya Mr.Kelly apakah pandangan saya berubah terhadap Ninja 250? well,keep reading.

Si Merah Siap Menembus Kegelapan Malam !

Pada part 1 saya mengulas beberapa ketidak sukaan saya mengenai design body Ninja 250. Saya mengatakan bagian headlight Ninja 250 terlalu membulat, dan ternyata setelah seminggu si merah berada di garasi saya, kok makin lama itu headlight makin mirip topeng Ninja yah? keren juga ternyata. Mungkin ini kali yah yang disebut cinta itu butuh proses (lebay), ibaratnya kalau kita dikawinin paksa seperti jaman Siti Nurbaya, ujung-ujung nya bakal saling cinta juga tuh.

The Red Ninja !!

Bagian buntut, lumayan ok setelah terbiasa memandangnya, apalagi si merah punya Mr. Kelly menggunakan rear seat cover, jadi terlihat lebih seksi. Tetapi saya masih berpendapat bagian bawah buntut si merah seperti Rok, kenapa tidak langsung melancip saja menyambung ke cover panel di bawah tangki(kira-kira pada ngerti gak yah maksud saya). Tapi sebenarnya ini kekurangan yang sangat tidak mengganggu, toh si merah buktinya tetap enak dipandang.

Satu hal yang saya masih kurang suka dari Ninja 250, riding position kurang nyaman buat saya. Riding position si merah masih terlalu tegak dan kurang menunduk. Posisi footstep masih kurang ke belakang,mungkin karena saya terbiasa dengan riding position yang menunduk jadinya saya kurang suka dengan posisi riding Ninja. Yang paling mengganggu ketika saya mencoba kecepatan tinggi berusaha untuk menundukan posisi saya,tangki Ninja 250 tidak bisa saya peluk seperti saya mencoba cagiva mito ataupun yzf r125 aka vx-r165. Posisi tangki agak terlalu ke bawah dan kurang besar, sehingga saya kesulitan memeluk tangki ketika saya menundukan posisi saya.

Untuk kenyamanan, si merah sangat-sangat nyaman dipakai harian. Saya sudah coba si merah jarak jauh ke Bogor, dan juga melintas kemacetan Jakarta, kesimpulannya Ninja 250 sangat nyaman untuk dipakai harian. Tapi entah kenapa rata-rata rider Ninja memakai motor ini weekend saja.

Siap siap test top speed di kegelapan malam

Bagaimana dengan mesin, tidak ada yang bisa banyak saya ceritakan disini, karena kita semua tahu Ninja 250 saat ini motor dengan spek paling tinggi yang dikeluarkan oleh atpm. Akan tetapi kalau saya bandingkan si merah dengan Ninja 250 standard, ternyata si merah jauh lebih powerful dibandingkan standard. Belum lama saya mencoba Ninja 250 standard, kalau Ninja 250 standard power di putaran atas agak kurang, berbeda dengan si merah yang powernya sangat terasa baik di putaran atas ataupun bawah. Pokoknya
si merah sangat berkesan buat saya.

Saya juga sempat mencoba si merah saat malam hari ketika jalanan kosong, top speed yang saya dapat adalah 156 kmh , spidometer Koso. Kalau spidometer analog standard berarti kurang lebih 10 % lebih cepat, yaitu 171 kmh. 1-140 saya dapat sangat cepat, dari 140 keatas masih lumayan cepat, sayang ketika saya menyentuh 156 jalanan sudah habis, dikarenakan saya tidak berhasil melakukan perfect shift dari gigi 5-6 , sehingga di 150 kmh sempat turun ke 147 baru kemudian naik lagi. Saat saya mencapai 156 kmh jalan sudah mau habis jadi saya mengurangi kecepatan secara perlahan. Perkiraan saya si merah masih bisa dapet sampai 160- 163 an atau setara dengan 180 an di spidometer analog bawaan pabrik.

Kesimpulannya “I really like this bike”, kekurangan-kekurangan body justru membuat saya gatal ingin memodifikasi Ninja 250. Permasalahan riding position yang saya kurang suka juga bisa diatasi dengan mengganti stang dan footstep. Dari sini saya juga berpendapat, yang namanya review motor itu tidak bisa cuman satu dua kali test ride. So ATPM yang ingin motor nya di review ada baiknya blogger dikasih pinjam selama satu minggu :p, jadi kita bisa merasa rasakan apa yang kita suka dan tidak suka selama satu minggu itu.

Ada penampakan, bayangan hitam...

Iklan
  1. zaky
    Juli 13, 2010 pukul 9:41 pm

    mantep dahhhh,,,,,,,,,

  2. deny
    Juli 13, 2010 pukul 10:02 pm

    bayangan hitam sipemotretnya kaleee…..iiiihhhhh sremmmm……….

  3. Juli 13, 2010 pukul 10:23 pm

    Wah..ente harusnya nyoba ninja standar dulu sblm nyoba yg modif..hehehe..

  4. Juli 14, 2010 pukul 7:57 am

    hmm…belom pernah cobain ninja..tapi pandangan saya terhadap ninja emang ‘nanggung’ 😀
    btw, untuk riding position kayaknya susah diubah deh…yg ikut balap di sentul aja ngga nungging2 banget kok..jadi pas nikungnya jadi lucu 😀

  5. Juli 14, 2010 pukul 8:36 am

    Si merah udah diapain aja selain ganti knalpot ama speedometer Koso ???

    • Aim
      Juli 14, 2010 pukul 5:28 pm

      Apa yah, ane kurang paham .. tapi yang jelas yang tune up sportisi, berarti pernah perniknya dynojet dipake deh

    • Juli 16, 2010 pukul 10:24 am

      ganti windshield, knalpot r9, single seat, ganti stang, handgrip, balancer, tutup stang, digital voltmeter, carbon side body, carbon tankpad, hugger, fender eliminator, dial jet, ban gede, hmm apalagi ya? cuma kurang footstep sama frame slider sih

  6. izzi
    Juli 14, 2010 pukul 11:06 am

    neh yg gw suka “So ATPM yang ingin motor nya di review ada baiknya blogger dikasih pinjam selama satu minggu :p”.. heheh

  7. yudibatang
    Juli 14, 2010 pukul 12:14 pm

    Wah..keknya broAIm mo pindah kelain hati nih..hihihii..

    • Aim
      Juli 14, 2010 pukul 5:29 pm

      enggak lah bro… hati ane gak pindah pindah kok hehehe

  8. Fr1z
    Juli 14, 2010 pukul 1:49 pm

    ga usah pindah ke lain hati, tapi selingkuh aja…. wkwkwkwkwk :mrgreen:

    • Aim
      Juli 14, 2010 pukul 5:30 pm

      Setuju hehehhe

  9. dnugros
    Juli 14, 2010 pukul 2:07 pm

    Motor impian setiap lelaki coba harganya selevel dengan Vixi pasti dijamin laris (ngayal.mode on) 🙂
    http://dwinugros.wordpress.com/2010/07/14/lonteku/

  10. Juli 14, 2010 pukul 2:19 pm

    wah itu namanya weting tresno jalaran soko kulino hehehehe, sudah Mas di kawin saja.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: