Beranda > Opini > Keruntuhan Si Raja Macan! Part 2

Keruntuhan Si Raja Macan! Part 2

Pada artikel sebelumnya, saya menuliskan kehadiran Kawasaki Ninja 250R telah menghancurkan image motor premium dam motor Keren yang pernah pernah disandang oleh Honda Tiger. Bagaimana dengan Yamaha Vixion? apakah turut berperan menjatuhkan sang raja?

Legendary Ride! but without the new spirit!

Di kelas yang bukan premium, sang raja tengah digempur habis habisan oleh Yamaha Vixion, dan terbukti gempuran kecil kecil ini telah membuat si raja lemah. Mungkin ini karena faktor usia yang sudah semakin uzur. Dengan teknologi yang baru, design yang fresh, Yamaha Vixion telah berhasil mengambil image motor laki non premium.

Selain Yamaha Vixion, kehadiran motor motor alternatif seperti pulsar ikut menekan sang raja. Saat ini konsumen sudah tidak lagi terpaku kepada sosok sang raja. Image motor impian pun sudah digantikan oleh Ninja.

Kalau boleh saya analogikan di sebuah hutan telah hadir seekor beruang yang besar, yang membuat si macan tidak lagi ditakuti lawan lawannya, karena semua penghuni hutan lebih takut kepada si beruang. Sementara itu si macan juga dipojokan dengan kehadiran macan macan muda dan segar, yang biarpun ukurannya kecil tapi jumlahnya banyak.

Si raja juga bukan tanpa usaha untuk mengembalikan singgasana nya, terbukti si raja melakukan beberapa kali operasi plastik, mungkin diisi silicon biar keliatan berotot, bahkan mata nya pun ikut di operasi untuk menakuti lawan, tapi apa boleh dikata fisik yang terlihat muda tidak bisa menutupi keuuzuran si raja yang memang sudah tua.

Lampu asimetris yang diusungkan oleh AHM terbukti tidak sukses mengembalikan tahta Tiger, kenapa? Minor change yang ditawarkan Honda Tiger terbukti tidak bisa mengembalikan image si raja menjadi motor premium, motor impian. Karena semua orang sudah tahu bahwa sesungguhnya si Raja isinya sudah uzur.

Kalau memang berniat menggerus pasar Yamaha Vixion, tentu bukan hanya facelift yang diperlukan, tapi mesinpun harus di upgrade! Dan juga menurut pendapat saya AHM salah target Tiger dituju untuk menghancurkan Vixion! Karena memang beda kelas, Tiger itu motor premium! Sasaran tembak AHM harusnya Kawasaki Ninja 250R.

Belum lama saya membaca blog bro Arantan, yang sedang mencari cari pengganti si Raja. Honda CB300R jadi kontender, saya tidak bisa bilang apa-apa kecuali saya setuju! Ini yang dibutuhkan untuk mengembalikan tahta si raja! Untuk pasar non premium menurut hemat saya AHM sudah on the right track dengan menghadirkan Dazzler  untuk melawan Vixion.

Ini yang dibutuhkan untuk melawan pasukan Ninja!

Kalau seandainya AHM berani menggantikan tahta si raja, tentu AHM mempunyai motor Premium  yang bisa menjadi idola baru kaula muda. Bahkan boleh dibilang pesaing terdekat mereka, YMKI tidak mempunyai flagship motor premium, karena YMKI sibuk bermain di kelas cc kecil. Kalajengking tidak pernah menjadi momok yang berarti buat si macan.

Demikian ulasan singkat dari saya, semoga bermanfaat. Kalau tidak setuju yah silahkan di share aja opini brothers semua.

Iklan
Kategori:Opini Tag:, ,
  1. chekers
    Juli 16, 2010 pukul 2:32 pm

    kyknya mesinnya cukup pake CBF 250 aja, utk menekan harga…

  2. Aim
    Juli 16, 2010 pukul 2:47 pm

    kalau menurut ane sih jangan sama 250… harus lebihhh … kan mau jadi raja baru 😀

    • Juli 16, 2010 pukul 3:25 pm

      CB300 seperti yg di Brazil ??? wah kayaknya susah bro, kendala pajak. Disini motor ber-cc >250 cc kena pajak tinggi.

  3. Kodok Ijo
    Juli 16, 2010 pukul 3:10 pm

    Aye setuju opininya. Tapi tau sendiri, baik AHM, YMKI atau ISM (kalo gak slh) semuanya sama aja, tujuannya bisnis semata, dan dari principalnya di Jepun pun sama aja, bisnis is numero uno (nomor satu). Lain halnya dgn beberapa produsen motor dari Eropa/USA yg masih ada sedikit keinginan utk menjaga brand-image & loyalitas konsumennya.
    AHM pasti berpikir, buat apa cape2 mikirin peremajaan produk yg pangsa-pasarnya cuma segelintir persen doang, mending mikirin bebek & matic yg pasarnya jauh lbh besar yg udah pasti memberikan keuntungan berlimpah.
    Kalo KMI bisa agak beda pemikirannya itu dikarenakan KMI gak mau ambil resiko berhadapan head to head apalagi face to face dgn ATPM Honda, Yamaha dan Suzuki. KMI sadar kalo brand image-nya masih kalah jauh bila bertempur di hutan rimba bebek & matic, jadi pasar motor premium menjadi pilihan yg lbh bijak serta aman dan lbh menjanjikan.

  4. Mr_Long'S
    Juli 16, 2010 pukul 4:44 pm

    Betul bro,
    Gw suka bngt cr brpikir u
    Yg gak jauh beda ama gw…

    Menurut gw CB300
    Adlh plhan tpt AHM klo mau kmbli mnjdi raja dr mtr sport premium yg bnyk di impikan biker tanah air…
    matik udh, sport kpn donk AHM,??
    Soal pajak n harga biasa ny biker tajir ga trlalu ambl pusing, ducati aza ada peminat ny kog tp klo emang kantong cekak kn bs ambl new mega pro. Sm aza kn honda2 jga produk ny,!!!

  5. lekdjie
    Juli 16, 2010 pukul 5:41 pm

    tiger dah mati?sepertinya belum.malah sekarang sering lihat tiger 2 mata itu..bahkan temenku yg tingginya cuma 165an saja masih ngambil tiger.kok ngambil vixion?hehehe,jawabannya simpel.dg tiger lebih gagah dibanding vixion…toh,menurut pendapat pribadiku,semakin banyak,semakin mboseni pula.khas ymh..

  6. lekdjie
    Juli 16, 2010 pukul 5:44 pm

    hehehe..yg no.5 dihapus saja om..

  7. bleh
    Juli 16, 2010 pukul 5:45 pm

    Kayaknya tiger emang gak mati.. Cmn tiger dah gak kayak dulu lg…

  8. Fr1z
    Juli 16, 2010 pukul 6:08 pm

    yup dan memang saat ini adalah saat yang tepat untuk refresh kembali sang raja… kalo bisa gunakan mesin baru dengan performa macan !!

  9. daris
    Juli 16, 2010 pukul 6:55 pm

    ayo tiger buktikan macanmu 😀

  10. izzi
    Juli 17, 2010 pukul 8:01 pm

    setuju bro.. Tiger udah lanjut usia, perlu regenerasi yg baru. hal alamiyah jika generasi “tua” akan diganti dgn generasi yg lebih fresh.. hehehe 😀

    Nah sekarang kembali sama AHM sendiri menilai pasar ini n setuju sama bro @kodok Ijo… ‘bisnis is numero uno’ 😛

  11. cotto
    Juli 17, 2010 pukul 8:03 pm

    Biar taring macan tajam lagi perlu diasah dgn upgrade mesin.
    Cc tetap 200 dgn power min. 20Hp DOHC water cooled, kalau perlu dikasi injection juga.

  12. minori
    Juli 18, 2010 pukul 8:57 pm

    Klo menurut saya nih, klo untuk mengalahkan ninja, motor kuning di atas aja nampaknya belum cukup. Walaupun ber-cc 300, tapi klo dilihat dari penampilan, ga beda jauh ama Byson.

    Klo emang mau bersaing ama Ninja 250, mustinya AHM juga ngeluarin motor yang ber-fairing. Soalnya (mungkin ini masalah selera sih ya), klo segmen yang di tuju anak muda maka pastinya akan lebih memilih motor sport berfairing yang racing-look, ketimbang sport touring. Terbukti dengan cukup laris-nya motor2 cina berfairing yang merupakan klonengan2 CBR.

    Kalau model sport ala Tiger jaman dulu aja sekarang udah direbut oleh ninja, masa iya bisa mengambil kembali image motor PREMIUM dengan model yang “biasa” begitu ?

    Tapi setau saya sih emang Honda ga punya motor sport fairing ber-cc kecil yang bentuknya keren. Klo Yamaha kan punya YZF R125. (CBR 125 / 150 modelnya uda jadul gan)

  13. November 26, 2010 pukul 2:48 pm

    Salam kenal semua nya broww,maaf ane turut nimbrung dalam haluntuk bs mengembalikan citra sang macan bro,dulu ane brow sewaktu tahun 2008 ane suka sekali pd tiger,hingga ane beli cash seharga 23,500 tapi ndak lama 8 bulan kemudian nya ane jual lagi brow,dan ruginya penjualan sgt lmyn banyak,kemudian saya tukar vixion sampai ini haridan skrgpun vixion ane tak tukar yang vixion 2010,ceritanya begini brow saya jual tiger itu karena dari segi sparpart yang semuanya mahal,tiger ane dulu tak pakai 8bln rantai nya sudah aus karena prjalanan saya tiap hari keluar kota selain hari minggu,karena rantai saya udah aus maka saya ke dealer honda resmi dan menanyakan harga rantai nya,ternyata harga rantai nya harus dibeli satu paket dg gear nya dan harga rantai nya 1,2jt
    Saya sangat kaget sekali dengan harga spare partnya tiger yang semua nya terkesan sangat mahal,masalah lain2 tiger tidak ada,di kendaraisangat nyaman,hy suara gear sgt berisik,dan top speed nya tiger mentok-tok di 120km tidak bisa naik lagi top speednya,bensin lebih boros dari vixion,tapi itu bagi saya tidak masalah yang jadi masalah sangt mahal nya sparepartnya,dan jika tiger ingin bisa bangkit lg ya harus juga di dukung oleh harga spare part yang murah seperti mtr pd umumnya,

  14. Desember 23, 2010 pukul 11:31 am

    kalau menurut ane sih body sang macan harus di upgrade,dan bukan masalah dari harga yang mungkin beda 2 jutaan dari vixion,gue komentar karena gue punya toko modif,rata2 yang kami modif kebanyakan vixion,vixion baru rata2 di ganti ban besar,pelek power,arm banana,stang sport,yang habis sampai 4jt,kalau di di belikan tiger uang nya kan lebih,tapi setelah tak tanya kenapa ndak ambil tiger,jwbn mereka2 simple,kata mereka kurang suka dengan model nya,dan sparepart2 nya jika ada yang rusak mahal,ya dengan ini semua,seharusnya ahm mengadakan upgrade total dari mesin nya serta di turunkannya harga part nya

  15. Maret 4, 2011 pukul 6:31 pm

    pertama punya motor waktu kuliah thn 2000 yakni kaze r, si bebek berat dan tahan angin. ganti pake vixion. ganti lagi pake satria fu. beuh petualang motor. ganti lagi ninja krr ampe sekarang. mau ganti ninja 250 kyknya ga narik deh buat pecinta speed, tp style / hobby ok lah.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: