Beranda > Lain Lain > Sharing Pengalaman Seorang Biker Di Aussie

Sharing Pengalaman Seorang Biker Di Aussie

Awal-awalnya gue mohon ijin dulu kali yah nulis di blog ini, sekedar ingin berbagi pengalaman sedikit tentang dunia motor dan bikers di Negara tetangga Indonesia yang dijuluki “Southern Stars” Australia.

Si Penulis Sedang Berpose Diatas ZX6 Monster Energy Limited Edition Kesayangannya

Gue sendiri menetap di Australia sejak Februari 2009, dan langsung berdomisili di Melbourne, Melbourne sendiri adalah kota terbesar kedua di Australia setelah Sydney, walaupun mempunyai luas kota hampir sama dengan Jakarta tetapi penduduk Melbourne hanya berjumlah 4,5 juta jiwa saja.

Urusan transportasi umum jangan ditanya, dengan predikat “the Most Liveable City in the World” tahun 2002 dan 2004 Melbourne punya sarana transportasi massal yang mumpuni mulai dari jalur kereta bawah tanah, tram, bus sampai transportasi sungai terintegrasi dengan baik.

Didukung tata kota dan infrastruktur lebih dari memadai sangat penduduk Melbourne sangatlah dimanjakan, tetapi tetap saja mereka mempunyai kendaraan pribadi sendiri-sendiri seperti di Jakarta. Bedanya kendaraan mereka sekedar sarana penghubung dari rumah ke stasiun atau tram/bus stop. Selebihnya mereka naik kendaraan umum ke tempat kerja atau kantor masing-masing.

Bagaimana dengan para Bikers? Bikers atau bahasa slank Aussie-nya disebut Bikies sangat dimudahkan dengan peraturan dewan kota Melbourne soal perparkiran dan perpajakan. Seperti halnya sepeda, sepeda motor beragam ukuran bebas diparkir dipinggir jalan, trotoar, gang dan lorong kota Melbourne dengan teratur tanpa dipungut biaya dan tanpa batasan waktu parkir sedikitpun. Perlu diketahui biaya parkir disini sangat tidak masuk akal, satu jam parkir pada jam sibuk bisa mencapai AUD 10-14 tergantung lokasi dan gedung, dari segi keamanan ngga usah kuatir, walaupun tidak ada satpam atau polisi berkeliaran, kota ini dilengkapi kamera CCTV lebih banyak dari pusat perbelanjaan termodern sekalipun, jangankan pencurian kendaraan, buang sampah sembaranganpun bisa tertangkap lewat kamera-kamera CCTV itu. Jadi para bikers bisa dengan tenang meninggalkan motor dan helm kesayangannya diparkir dimana saja tanpa rasa was-was.

Asik bisa parkir pinggir jalan!

Bagaimana soal pajak?? Pajak motor semua disini disamakan besarnya yaitu AUD 150 per tahun, tidak perduli ukuran cc ataupun jenis dan harga motor tersebut. Pembayarannya pun mudah cukup lewat kantor pos terdekat atau bisa lewat telepon, bank, website atau kartu kredit. Tanpa ada ganti plat setelah 5 tahun, tanpa ada calo dan tanpa ada segala keribetan-keribetan lainnya.

Walaupun begitu pengguna motor disini hanyalah 5 persen dari total penduduk Melbourne, karena sulitnya tes dan persyaratan untuk bisa mendapatkan SIM motor itu sendiri, untuk mendapatkan SIM L (Learner) harus minimal berusia 18 tahun, pemegang SIM L harus mengendari motor kelas 250cc kebawah dan hanya dibolehkan mengendarai sebagian dari motor 400-600cc (bukan motor sport) dan tidak boleh membonceng penumpang lain, SIM L berlaku 1 tahun dan hanya punya 1 poin, ketika seseorang melakukan pelanggaran maka 1 poin itu langsung hilang dan SIMnya dicabut dalam waktu 6 bulan dan harus tes ulang lagi, bila satu tahun dilewati tanpa pelanggaran maka pemegang SIM L bisa mengikuti ujian lagi untuk mendapatkan SIM P (Probation) SIM P berlaku sampai si pengendara berusia 25 tahun dan punya 5 poin per 3 tahun, Pemegang SIM P hanya boleh mengendari motor dengan cc maksimal 1000cc tanpa membonceng, setelah itu barulah Full Licence atau SIM tanpa batasan apapun, punya 12 poin per 3 tahun dan boleh membonceng dan bebas mengendarai motor apa saja.

Tenang aja gak ada maling...ngomong2x bebek gw ditaro mana ya?

Dengan peraturan seketat itu memang terasa sekali bedanya, tidak ada dijumpai motor atau mobil ugal-ugalan dijalan, angkutan umum yang saling serobot atau berhenti sembarangan, parkir yang berdesakan ataupun pencurian kendaraan.

Yah mungkin segitu dulu tulisan pertama gue, mudah-mudahan apa yang gue ceritakan bisa diterima dan ada manfaatnya buat teman-teman bikers sekalian. Salam.

Ditulis oleh Ading

Enjoy The pic!

Oh my god!! itu GSX awas bareeett ..dempet bener !

Hmm dari beberapa foto kok belum ketemu bebek yah ...:D

Enaknya bikers di Aussie... dimanjakan.. di sini mah bikers dianak tirikan....

Kategori:Lain Lain Tag:, ,
  1. Juli 20, 2010 pukul 9:26 pm

    Wah cara mendapatkan SIM-nya mengadopsi SIM eropa, mirip banget.Coba yah diterapin disini hehehe

  2. Aim
    Juli 20, 2010 pukul 10:04 pm

    kalau diterapin disini pasti dah gak ada yang ugal ugalan di jalan…yang menarik pajak motor berapa cc juga sama.. gak dibeda bedain.. mending naek motor kali yah, dibanding bayar parki pake mobil 🙂

  3. Juli 20, 2010 pukul 10:08 pm

    ading turun gunung juga, makin rame deh ni blog 😀

  4. yudibatang
    Juli 20, 2010 pukul 10:25 pm

    Kapan yah negara kita tercinta kita punya aturan kayak diausie??…Dijamin broAim bakalan tes top speed terus tiap hari…xixixii..

  5. arif
    Juli 21, 2010 pukul 5:40 am

    kayanya kita harus pinjem org-org ausie utk bikin peraturan lalin.

  6. daris
    Juli 21, 2010 pukul 7:00 am

    di aussie kalau udah punya sim di indo harus tes sim lagi ya?

  7. Juli 21, 2010 pukul 7:29 am

    di indo ribet??
    kayaknya di aussie lebih ribet deh :mrgreen:

  8. Lexy
    Juli 21, 2010 pukul 7:46 am

    Pasti nikmat banget naik motor di sana… tp lebih bebas di Indonesia ya, bebas sruntulan, bebas langgar rambu lalin, bebas selap-selip, bebas lewat trotoar, bebas brenti di mana aja, waah jan enak tenan negeriku..

    • Juli 21, 2010 pukul 10:41 am

      sruntulan dan langgar lalin enggak bebas kok mas. sebaiknya ya jangan nanti biker indo enggak bisa maju dong 🙂

  9. Fr1z
    Juli 21, 2010 pukul 8:22 am

    ^^ ditambah… bebas gebukin pengendara ugal-ugalan yang nabrak orang mas… :mrgreen:

  10. Stoner
    Juli 21, 2010 pukul 10:31 am

    gillllleee …. disini mah biker anak tiri deh … parkir aja kayak kandang ayam hehehhehe

  11. Stoner
    Juli 21, 2010 pukul 10:32 am

    oh iya ane lupa.. kan ane dari aussie yah hehehe.. kelamaan gak pulang kampung.. ntar abis lebaran kali..

  12. kuro22id
    Juli 21, 2010 pukul 10:50 am

    kalo di Indonesia, bukan spion bisa hilang, motor juga hilang krn parkir sembarangan

  13. ading
    Juli 21, 2010 pukul 12:02 pm

    @nunoe: memang lebih ribet di aussie.. Tapi jelas arahnya, ngga ada uang calo dan ngga dipersulit, semua tergantung kemampuan riding kita.

    @daris: SIM indo wajib tes ulang lagi dari awal, dan untuk full licence harus minimal pegang SIM motor selama 3 thn dan usia tetap diatas 25thn, SIM mobil juga diperlakukan sama

  14. Juli 22, 2010 pukul 9:10 am

    wah penulisnya udah jago…udah bisa naik ZX6… :mrgreen:

  15. harris
    Juli 23, 2010 pukul 2:08 pm

    wahh aturan SIMny keren, tapi pasti gak bisa dipraktekin di indonesia, karena bisa2 pak polisi dan produsen motor omzetnya turun drastis nihh….hehe

    Indonesia memang sudah semrawut, kayak di hutan dimana hukum rimba yang berlaku…siapa yang kuat pasti akan menang

  16. Juli 24, 2010 pukul 4:24 pm

    Nice posting bro…

    Ane bener2 mendambakan jalan raya kayak di luar negri sono…
    Jalan raya di Indonesia bikin sakit hati. Baut body udh brp kali ilang di jalan.

  17. Methmetay
    November 19, 2012 pukul 12:39 pm

    Bro aim nyari motor bebek sampe tua juga kaga bakal ketemu isinya 600cc keatas -_- haha..
    emang enak ya perarturan diluar, sayang banget indonesia, kecewa..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: